Dalam hati aku iri padamu, tapi akupuntak tahan menunggu
Tak sangkup aku menyaksikan lukamu kawan betabur garam
Tak sanggup aku melihat lukamu kawan berlumur darah
Deritamu akan dibalas dengan tubuh yang bugar, kasur yang empuk dan cinta yang akan selalu mengelilingimu.
Melihatmu membuat aku sakit sekaligus bahagia.
kita ibarat apa ya?
kau awan dan aku daun
Aku mengharapkanmu mengatur banyaknya cahaya dan curah hujan yang turun sebelum kau dihembus sang angin atau tetap setia bersamaku


No comments:
Post a Comment