Mengemban lara dalam peluh, kucuranya semerbak menyeruak
Alangkah indah bila melihatmu tersenyum, menyusutlah awan, lahirlah bintang dalam pandang.
kerja kerasku tak terganti hati yang terisi.
sekan berat dan gelap saat kau mengindahkanku
Jerit biola memecah gendang telinga mengubah suka menjadi duka.
antara kau dan aku ada dinding yang tak mampu ku tembus.
andai gayung bersambut mungkin takan seberat ini,
takan pilu hatiku
seakan memeluk gunung, bagai pungguk merindu rembulan.
aduhai hati ini luka karenamu, tapi ku ikhlas...
karena ku yakin, hidup ini adalah uji.


No comments:
Post a Comment