Pengunjung

conter12

Saturday, 2 April 2016

Jejak Hati

Mengemban lara dalam peluh, kucuranya semerbak menyeruak

Alangkah indah bila melihatmu tersenyum, menyusutlah awan, lahirlah bintang dalam pandang.
kerja kerasku tak terganti hati yang terisi.

sekan berat dan gelap saat  kau mengindahkanku
Jerit biola memecah gendang telinga mengubah suka menjadi duka.

antara kau dan aku ada dinding yang tak mampu ku tembus.
andai gayung bersambut mungkin takan seberat ini,
takan pilu hatiku

seakan memeluk gunung, bagai pungguk merindu rembulan.

aduhai hati ini luka karenamu, tapi ku ikhlas...
karena ku yakin, hidup ini adalah uji.



No comments:

Post a Comment